mashendra.com

mashendra.com

Tempat berbagi tips seputar dunia blogging, update teknologi, dan ragam cerita pengalaman menarik bersama mashendra.com.

Chat
Chat with us
8 feb 2026

Kenapa Saya Membuat Blog Ini? Cerita Jujur

5 min

Kenapa Saya Membuat Blog Ini? Cerita Jujur
Kadang saya juga mikir…

Kenapa saya membuat blog ini lagi, setelah beberapa kali gagal?

Bukannya dulu sudah pernah coba? Bukannya dulu juga pernah semangat, lalu berhenti di tengah jalan?

Pertanyaan itu sering muncul sebelum akhirnya blog ini benar-benar saya buat.

Dan mungkin, kalau kamu lagi baca ini, kamu juga penasaran apa sebenarnya alasan membuat blog pribadi seperti ini di tahun 2026, ketika orang-orang lebih sibuk bikin konten di media sosial.

Tenang, saya akan cerita jujur saja. Anggap saja kita lagi ngobrol santai.

Awal Mula Membuat Blog: Dari Gagal, Berhenti, Lalu Coba Lagi

Saya sebenarnya sudah kenal dunia blogging sejak tahun 2018.

Waktu itu rasanya semangat banget. Bikin blog ini, bikin blog itu. Coba berbagai niche. Lihat tutorial sana-sini. Belajar SEO, pasang template, ganti warna, utak-atik tampilan sampai tengah malam.

Tapi kenyataannya?

Tidak ada yang benar-benar berhasil.

Ada blog yang akhirnya saya jual.

Ada juga yang terbengkalai begitu saja.

Ada yang bahkan lupa password-nya.

Jujur, rasanya campur aduk. Antara malu, kecewa, tapi juga masih penasaran.

Sampai akhirnya masuk tahun 2026, saya mulai berpikir lagi.

Kalau dulu gagal, bukan berarti sekarang harus berhenti, kan?

Bedanya sekarang, saya tidak datang dengan semangat kosong. Saya datang dengan pengalaman. Dengan kesalahan masa lalu. Dengan pelajaran yang dulu mungkin tidak saya sadari.

Dan yang paling beda, sekarang saya bikin template Blogger sendiri.

Dari situ, semuanya terasa lebih personal.

Awal Ketertarikan Saya di Dunia Blogging

Kalau ditanya kenapa membuat blog personal dari dulu, jawabannya sederhana: saya suka ngulik.

Saya termasuk orang yang betah banget utak-atik tampilan.

Ganti font.

Atur jarak paragraf.

Mainin warna.

Bikin blog terlihat lebih rapi.

Awalnya cuma iseng.

Saya penasaran, kok ada blog yang tampilannya bersih banget ya? Enak dibaca. Minimalis tapi tetap kelihatan profesional.

Dari situ saya mulai belajar HTML, CSS, walaupun pelan-pelan dan sering bingung sendiri.

Tapi justru di situ serunya.

Dari iseng jadi ketagihan.

Ada kepuasan tersendiri waktu lihat blog yang tadinya biasa saja, berubah jadi lebih enak dipandang karena hasil utak-atik sendiri.

Mungkin di situlah sebenarnya motivasi membuat blog itu muncul. Bukan cuma soal uang. Tapi soal rasa penasaran dan kepuasan pribadi.

Alasan Membuat Blog Pribadi: Kenapa Saya Membuat mashendra.com

Sekarang kita masuk ke bagian yang lebih dalam.

Kenapa saya membuat blog ini lagi? Kenapa bikin mashendra.com?

Bukan cuma karena hobi. Ada beberapa alasan yang benar-benar saya rasakan.

1. Ingin Mendokumentasikan Proses Belajar

Dulu saya sering belajar sesuatu, tapi tidak pernah dicatat.

Belajar SEO, lupa.

Belajar bikin template, hilang.

Belajar strategi konten, menguap begitu saja.

Padahal kalau dipikir-pikir, ilmu itu bisa jadi aset.

Makanya sekarang saya ingin menjadikan blog ini sebagai tempat dokumentasi. Supaya setiap proses belajar tidak hilang begitu saja.

Karena saya sadar satu hal:

Ilmu yang tidak ditulis, lama-lama akan menguap.

Dengan menulis, saya dipaksa untuk memahami. Dipaksa merapikan pikiran. Dipaksa menjelaskan ulang dengan bahasa sendiri.

Dan itu jauh lebih efektif daripada cuma baca lalu lupa.

2. Ingin Berbagi Pengalaman Nyata

Internet itu penuh informasi.

Tapi tidak semua informasi datang dari pengalaman.

Banyak teori. Banyak tutorial. Tapi kadang kita butuh cerita nyata. Cerita gagal. Cerita bingung. Cerita coba lagi.

Saya sudah pernah gagal di blogging. Dan saya tidak malu mengakuinya.

Justru dari kegagalan itu saya belajar banyak.

Jadi salah satu tujuan membuat blog ini adalah berbagi pengalaman nyata. Supaya kalau ada pemula yang lagi di fase bingung atau putus asa, dia tahu bahwa gagal itu bukan akhir.

Saya bukan expert besar.

Saya cuma orang yang sedang belajar lagi.

Dan mungkin itu yang bikin cerita ini lebih relatable.

3. Ingin Punya Ruang untuk Berkembang

Dulu saya bikin blog, tapi tidak benar-benar menjadikannya ruang berkembang.

Sekarang beda.

Saya ingin blog ini jadi tempat latihan menulis. Tempat melatih cara berpikir. Tempat menuangkan ide tanpa takut dihakimi.

Karena menurut saya, blog personal itu seperti rumah sendiri di internet.

Beda dengan media sosial yang serba cepat dan ramai.

Di blog, kita bisa pelan-pelan. Bisa dalam. Bisa jujur.

Dan jujur saja, saya butuh ruang seperti itu.

Ruang untuk berkembang tanpa tekanan angka like atau view yang bikin stres.

4. Ingin Membangun Sesuatu Milik Sendiri

Ini mungkin alasan yang paling emosional.

Saya ingin punya sesuatu yang benar-benar milik saya sendiri.

Bukan akun yang bisa hilang kalau platform berubah aturan.

Bukan konten yang tenggelam dalam timeline.

Blog adalah aset digital.

Pelan-pelan bisa tumbuh.

Pelan-pelan bisa dikenal.

Pelan-pelan bisa menghasilkan.

Tapi lebih dari itu, blog adalah karya.

Dan rasanya beda ketika kita membangun sesuatu dari nol, dengan tangan sendiri, dengan ide sendiri.

Mungkin itu inti kenapa saya membuat blog ini.

Kenapa Tidak Hanya Menyimpan Ilmu Sendiri?

Ada yang pernah bilang ke saya, “Belajar saja sendiri, buat apa ditulis?”

Awalnya saya juga berpikir begitu.

Tapi setelah dijalani, saya sadar satu hal.

Berbagi itu membuat belajar jadi lebih dalam.

Saat kita menulis, kita tidak bisa asal paham setengah-setengah. Kita harus benar-benar mengerti supaya bisa menjelaskan dengan sederhana.

Dan pengalaman pribadi itu tidak bisa digantikan oleh teori.

Internet memang penuh informasi.

Tapi cerita proses, cerita jatuh bangun, cerita gagal lalu bangkit lagi itu yang bikin konten terasa hidup.

Saya percaya, satu pengalaman nyata bisa lebih bermakna daripada sepuluh teori yang tidak pernah dipraktikkan.

Harapan Saya untuk Blog Ini

Saya tidak punya target muluk-muluk.

Saya tidak bilang blog ini harus langsung viral.

Tidak juga harus cepat menghasilkan.

Harapan saya sederhana.

Konsisten Menulis

Saya ingin konsisten.

Tidak harus setiap hari. Tapi rutin. Pelan-pelan tapi jalan.

Karena saya sudah pernah berhenti. Dan kali ini saya ingin bertahan lebih lama.

Bermanfaat untuk Pemula

Kalau ada satu atau dua orang yang merasa terbantu setelah membaca tulisan di sini, itu sudah cukup.

Apalagi kalau dia juga sedang memulai blog pertamanya.

Saya ingin blog ini jadi teman untuk para pemula. Bukan tempat pamer, tapi tempat belajar bareng.

Bisa Berkembang Pelan-Pelan

Saya percaya sesuatu yang dibangun dengan sabar akan lebih kuat.

Blog ini mungkin kecil sekarang.

Tapi siapa tahu, lima tahun lagi, kita bisa melihatnya dan tersenyum karena sudah sampai sejauh itu.

Blog Ini Bukan Soal Cepat Terkenal

Kalau boleh jujur, dulu saya bikin blog dengan mindset ingin cepat berhasil.

Ingin cepat traffic.

Ingin cepat cuan.

Ingin cepat dikenal.

Dan mungkin itu salah satu alasan kenapa dulu saya cepat lelah.

Sekarang saya ingin menikmati prosesnya.

Menikmati belajar lagi.

Menikmati menulis.

Menikmati setiap perubahan kecil di template yang saya buat sendiri.

Karena pada akhirnya…

Blog ini bukan tentang seberapa cepat saya sampai, tapi seberapa lama saya bisa bertahan.

Dan kalau kamu membaca sampai sini, terima kasih sudah jadi bagian dari awal perjalanan ini.

Semoga apa yang saya tulis di sini bisa jadi teman, jadi penyemangat, atau minimal jadi pengingat bahwa memulai lagi itu tidak pernah terlambat.

Kalau kamu juga sedang di fase awal membuat blog, semoga kita bisa sama-sama belajar dan berkembang.

Pelan-pelan saja.

Yang penting jalan.