Banyak orang semangat di awal.
Bikin blog.
Bikin target besar.
Posting 2 artikel dalam sehari.
Lalu?
Hari ke-5 mulai hilang.
Hari ke-7 sudah jarang buka dashboard.
Saya juga begitu dulu.
Bukan karena tidak bisa menulis.
Tapi karena tidak konsisten.
Dulu saya terlalu fokus ke tampilan blog.
Ganti template.
Atur warna.
Ubah logo.
Tapi isinya? Kosong.
Dan dari situ saya sadar satu hal:
Memulai itu mudah.
Tapi menjaga ritme, itu yang sulit.
Makanya kali ini saya ingin bahas tentang strategi konsisten menulis 30 hari. Bukan motivasi kosong. Tapi strategi yang realistis.
Kenapa Konsisten Menulis Itu Sulit?
Sebelum bicara strategi, kita jujur dulu.
Kenapa sih konsisten menulis itu terasa berat?
1. Kehabisan Ide
Hari pertama lancar.
Hari kedua masih oke.
Masuk hari ke-4, mulai bingung mau nulis apa.
Kalau tidak punya daftar ide, otak cepat capek.
2. Perfeksionis
Ini sering terjadi.
Tulisan belum “sempurna”, jadi ditunda.
Edit terus.
Baca ulang terus.
Akhirnya tidak publish-publish.
Padahal blog itu berkembang karena konsistensi, bukan kesempurnaan.
3. Mood Tidak Stabil
Kadang semangat.
Kadang malas.
Kalau menulis tergantung mood, ya akan naik turun.
4. Terlalu Sibuk
Kerja.
Kuliah.
Urus rumah.
Menulis jadi nomor sekian.
5. Tidak Langsung Dapat Hasil
Sudah menulis 10 artikel.
Traffic masih kecil.
Mulai muncul pikiran:
“Ngapain ya lanjut?”
Padahal membangun kebiasaan menulis butuh waktu.
Kalau kamu pernah merasa seperti itu, tenang. Kamu normal.
Manfaat Menulis 30 Hari Tanpa Berhenti
Sekarang coba kita lihat sisi positifnya.
Kenapa sih tantangan menulis 30 hari itu layak dicoba?
1. Melatih Disiplin
Disiplin menulis blog itu seperti olahraga.
Semakin sering dilakukan, semakin terasa ringan.
2. Meningkatkan Skill Menulis
Kualitas tulisan tidak datang dari teori.
Datang dari praktik.
Menulis 30 hari berturut-turut akan melatih:
- Struktur
- Alur
- Cara menjelaskan
3. Membangun Stok Konten
Bayangkan dalam 30 hari kamu punya 30 artikel.
Itu bukan angka kecil.
Blog jadi terlihat hidup.
4. Melatih Pola Pikir Konsisten
Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus akan membentuk karakter.
Konsistensi kecil lebih kuat daripada semangat besar yang cuma sebentar.
Strategi Konsisten Menulis 30 Hari
Sekarang kita masuk ke bagian utama.
Ini strategi konsisten menulis yang realistis, bukan teori saja.
1. Tentukan Target yang Realistis
Jangan langsung pasang target 2000 kata per hari.
Itu bikin capek duluan.
Kalau kamu baru mulai, targetkan:
- 500–800 kata per hari
- Atau 1 artikel pendek per hari
Cara konsisten menulis setiap hari dimulai dari target yang masuk akal.
Lebih baik kecil tapi selesai, daripada besar tapi berhenti.
2. Buat Daftar 30 Ide di Awal
Ini penting banget.
Sebelum mulai challenge menulis blog, duduk sebentar dan buat daftar 30 ide.
Tidak harus detail.
Cukup judul atau topik.
Contoh:
- Cara memilih niche
- Pengalaman gagal ngeblog
- Tips menulis cepat
- Kesalahan blogger pemula
Dengan begitu, kamu tidak panik di hari ke-6.
Ide sudah siap.
Kamu tinggal eksekusi.
3. Gunakan Sistem, Bukan Mood
Kalau mau serius, jangan tunggu inspirasi.
Tentukan jam khusus.
Misalnya:
- Jam 05.30–06.00 pagi
- Atau jam 21.00 malam
Walau cuma 30 menit, tapi rutin.
Strategi konsisten menulis bukan soal semangat. Tapi soal sistem.
Mood boleh naik turun.
Tapi jam menulis tetap jalan.
4. Jangan Terlalu Perfeksionis
Ini pelajaran penting buat saya.
Dulu saya menunda publish karena merasa tulisan belum bagus.
Padahal tidak ada tulisan yang sempurna.
Lebih baik publish, lalu perbaiki nanti.
Blog itu seperti rumah yang terus dibangun.
Bukan langsung jadi.
Kalau terlalu perfeksionis, kamu tidak akan pernah menyelesaikan tantangan menulis 30 hari.
5. Gunakan Teknik Menulis Cepat
Supaya tidak makan waktu lama, pakai teknik sederhana:
- Tulis dulu, edit belakangan
- Gunakan outline sebelum mulai
- Jangan cek statistik sebelum selesai menulis
Tips menulis rutin itu bukan soal bakat.
Tapi soal teknik.
Kalau kamu sudah tahu struktur artikel dari awal (judul, subjudul, poin), menulis jadi lebih cepat.
6. Izinkan Diri Menulis Artikel Ringan
Tidak semua artikel harus berat dan panjang.
Kadang kamu bisa menulis:
- Refleksi singkat
- Cerita pengalaman
- Catatan belajar
Artikel ringan tetap bernilai kalau jujur dan relevan.
Cara agar tidak malas menulis salah satunya adalah tidak membebani diri sendiri.
Kesalahan Saat Mengikuti Tantangan 30 Hari
Supaya kamu tidak mengulang kesalahan saya dulu, ini beberapa hal yang perlu dihindari.
1. Menargetkan Terlalu Tinggi
Langsung ingin 2000 kata per hari.
Akhirnya burn out di hari ke-4.
2. Membandingkan Diri dengan Blogger Lain
Lihat orang lain posting tiap hari dengan kualitas tinggi.
Kita jadi minder.
Padahal perjalanan setiap orang beda.
3. Fokus Traffic, Bukan Proses
Baru hari ke-10 sudah cek analytics terus.
Padahal 30 hari pertama harusnya fokus membangun kebiasaan.
Traffic itu bonus.
4. Menunggu Inspirasi
Inspirasi itu datang saat kita bergerak.
Bukan saat kita menunggu.
Kalau kamu ingin disiplin menulis blog, berhenti menunggu momen sempurna.
Pengalaman dan Rencana Saya
Saya pernah mencoba konsisten.
Tapi gagal di tengah jalan.
Kenapa?
Karena saya tidak fokus ke isi.
Saya terlalu sibuk mempercantik blog.
Saya pikir kalau tampilan bagus, saya jadi semangat menulis.
Ternyata tidak.
Semangat datang dari progres.
Sekarang saya ingin mencoba lagi challenge menulis blog 30 hari.
Dengan cara yang lebih sederhana.
Tidak muluk-muluk.
Target realistis.
Ide sudah disiapkan.
Jam menulis ditentukan.
Kalau gagal lagi?
Ya evaluasi.
Bukan berhenti total.
Karena membangun kebiasaan menulis itu proses panjang.
Kesimpulan
Strategi konsisten menulis 30 hari bukan soal hasil instan.
Bukan soal langsung viral.
Bukan soal langsung dapat uang.
Ini soal membentuk kebiasaan.
Soal melatih disiplin.
Soal membuktikan ke diri sendiri bahwa kita bisa konsisten.
Kalau kamu sering merasa malas atau berhenti di tengah jalan, mungkin bukan kamu yang lemah.
Mungkin sistemnya yang belum tepat.
Mulai saja dulu.
Tentukan 30 hari ke depan.
Buat daftar ide.
Tetapkan jam menulis.
Dan jalani satu hari demi satu hari.
Konsistensi kecil setiap hari akan mengalahkan motivasi besar yang hanya muncul sesekali.
Kalau kamu mau memperkuat fondasi blog kamu, kamu juga bisa baca artikel saya tentang cara membangun branding blog dari nol dan cara menentukan niche blog untuk pemula.
Sekarang pertanyaannya sederhana.
Mau mulai hari ini, atau tunggu mood yang belum tentu datang?

