mashendra.com

mashendra.com

Tempat berbagi tips seputar dunia blogging, update teknologi, dan ragam cerita pengalaman menarik bersama mashendra.com.

Cara Saya Memulai Blog dari Nol untuk Pemula

5 min

Cara Saya Memulai Blog dari Nol untuk Pemula

Banyak orang ingin punya blog.

Tapi begitu mau mulai, langsung bingung.

Harus mulai dari mana?

Perlu bisa coding nggak?

Butuh modal besar nggak?

Nanti ada yang baca nggak ya?

Jujur, saya juga dulu begitu.

Saya bahkan tidak tahu bedanya domain dan hosting. Yang saya tahu cuma satu: saya ingin menulis dan punya tempat sendiri di internet.

Kalau kamu sedang ada di fase itu, tenang. Di artikel ini saya akan bahas langkah membuat blog dari nol dengan cara yang realistis dan dari pengalaman. Bukan yang terlalu teknis, tapi yang benar-benar bisa kamu lakukan.

Tentukan Tujuan Sebelum Membuat Blog

Ini bagian yang sering diremehkan.

Padahal ini pondasinya.

Sebelum mikir soal template atau platform, coba jawab dulu:

  • Mau bikin blog cuma untuk hobi?
  • Mau bangun personal branding?
  • Mau belajar nulis?
  • Mau cari uang?
  • Atau mau bikin blog yang nantinya bisa jadi aset jangka panjang?

Karena tujuan akan menentukan arah.

Kalau cuma hobi, mungkin nggak terlalu pusing soal niche.

Kalau mau personal branding, kamu harus konsisten di topik tertentu.

Kalau targetnya cara memulai blog yang menghasilkan, berarti dari awal harus mikir strategi konten dan monetisasi.

Blog tanpa tujuan itu seperti jalan tanpa arah. Capek iya, sampai tujuan belum tentu.

Jadi jangan skip bagian ini ya.

Pilih Platform yang Sesuai

Sekarang kita masuk ke hal teknis.

Ada banyak platform, tapi untuk pemula biasanya cuma dua pilihan realistis.

Blogger (Gratis & Mudah)

Kalau kamu cari cara bikin blog gratis, jawabannya: Blogger.

Blogger itu milik Google. Gratis. Tinggal daftar, pilih nama, dan langsung bisa nulis.

Cara membuat blog di Blogger juga simpel banget:

  • Login ke Blogger.com
  • Klik “Buat Blog”
  • Pilih nama blog
  • Tentukan alamat (subdomain)
  • Pilih template
  • Selesai

Cocok banget buat pemula yang:

  • Belum punya modal
  • Masih belajar
  • Takut ribet

Saya juga dulu mulai dari platform gratis. Dan itu nggak masalah sama sekali.

WordPress Self-Hosted

Kalau kamu punya sedikit modal dan mau lebih serius, WordPress self-hosted lebih fleksibel.

Kelebihannya:

  • Bisa pasang plugin SEO
  • Bisa desain lebih bebas
  • Lebih enak untuk jangka panjang

Tapi tentu ada biaya:

  • Domain
  • Hosting

Menurut saya pribadi, kalau masih tahap belajar dan eksplorasi, mulai dari Blogger dulu nggak apa-apa. Nanti kalau sudah yakin, baru pindah.

Tentukan Nama dan Konsep Blog

Ini seru tapi juga tricky.

Nama blog sebaiknya:

  • Mudah diingat
  • Tidak terlalu panjang
  • Tidak terlalu ribet ejaannya
  • Jangan terlalu sempit kalau mau fleksibel

Dulu waktu saya memilih nama mashendra.com, saya sempat overthinking. Takut terlalu umum, takut kurang unik.

Tapi akhirnya saya sadar: yang bikin blog berkembang itu bukan cuma nama, tapi konsistensi isi.

Kalau kamu mau bikin blog tentang banyak topik, jangan pakai nama yang terlalu spesifik seperti “tutorialandroidmurahbanget123”.

Kasih ruang untuk berkembang.

Mulai dengan Tampilan Sederhana, Jangan Perfeksionis

Ini penting banget.

Banyak blogger pemula terjebak di sini.

Terlalu lama pilih template.

Ganti desain tiap minggu.

Atur warna sampai detail banget.

Tapi artikelnya kosong.

Padahal…

Lebih baik blog sederhana tapi konsisten, daripada desain keren tapi tidak pernah update.

Waktu awal bikin blog, saya juga terlalu fokus di tampilan. Sampai lupa esensi utamanya: menulis.

Ingat ya, orang datang ke blog karena isi, bukan karena animasi header.

Tulis 5–10 Artikel Pertama Sebelum Promosi

Ini salah satu tips blogging untuk pemula yang jarang dibahas.

Jangan langsung promosi saat artikel baru satu.

Coba tulis dulu minimal 5–10 artikel supaya blog terlihat 'hidup'.

Ide awal yang bisa kamu tulis:

  • Perkenalan blog dan tujuan kamu
  • Pengalaman pertama bikin blog
  • Tutorial sederhana sesuai niche
  • Daftar kesalahan blogger pemula
  • Cerita belajar dari nol

Dengan begitu, ketika ada orang datang, mereka tidak cuma melihat satu halaman kosong.

Baca juga: Strategi Konsisten Menulis Selama 30 Hari

Pengalaman Saya Saat Memulai dari Nol

Saya mau jujur sedikit.

Dulu saya bikin blog cuma karena ikut-ikutan.

Saya tidak tahu apa itu niche.

Saya tidak tahu cara riset keyword.

Saya bahkan tidak tahu kalau artikel harus lebih dari 500 kata.

Kesalahan pertama saya? Terlalu fokus ingin cepat menghasilkan uang.

Baru nulis 3 artikel, sudah daftar Adsense.

Ditolak.

Kecewa.

Hampir berhenti.

Saya juga pernah ganti niche tiap minggu. Hari ini bahas teknologi. Besok bahas motivasi. Minggu depannya resep makanan.

Akhirnya blog saya tidak punya arah.

Sampai satu titik saya sadar: blog itu maraton, bukan sprint.

Sejak itu saya mulai belajar pelan-pelan. Baca banyak referensi, praktek, salah lagi, belajar lagi.

Dan ternyata prosesnya memang begitu.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memulai Blog

Supaya kamu tidak mengulang kesalahan saya, ini beberapa hal yang perlu dihindari:

1. Terlalu Fokus Uang di Awal

Uang memang tujuan banyak orang. Tapi kalau dari awal hanya mikir cuan, biasanya cepat capek.

Bangun fondasi dulu.

2. Ganti Niche Terlalu Sering

Blog butuh identitas. Jangan tiap minggu ganti topik.

3. Copy Paste Artikel

Selain tidak etis, ini juga merusak reputasi. Google juga tidak suka.

4. Tidak Konsisten

Ini penyakit klasik.

Semangat di awal.

Seminggu rajin.

Sebulan hilang.

Padahal konsistensi adalah kunci dalam cara memulai blog yang menghasilkan.

Berapa Modal Memulai Blog dari Nol?

Pertanyaan klasik.

Jawabannya: tergantung.

Kalau mau benar-benar nol rupiah, kamu bisa pakai Blogger. Ini solusi terbaik untuk cara bikin blog gratis.

Modalnya cuma:

  • Waktu
  • Kuota internet
  • Niat

Kalau mau lebih serius, kamu bisa beli:

  • Domain (.com, dll)
  • Hosting

Estimasi modal membuat blog berbayar biasanya mulai dari ratusan ribu per tahun. Tidak harus mahal.

Yang mahal itu bukan platformnya.

Yang mahal itu konsistensinya.

Realita yang Harus Kamu Tahu

Saya tidak mau kasih harapan palsu.

Blog tidak langsung ramai.

Blog tidak langsung masuk halaman satu Google.

Blog tidak langsung menghasilkan uang.

Kadang 3 bulan pertama sepi.

Kadang 6 bulan masih belajar.

Dan itu normal.

Yang gagal bukan yang lambat, tapi yang berhenti.

Kalau kamu tahu realitanya dari awal, kamu tidak akan kaget di tengah jalan.

Langkah Membuat Blog Secara Ringkas

Supaya lebih jelas, ini ringkasan langkah membuat blog untuk pemula:

  1. Tentukan tujuan
  2. Pilih platform (Blogger atau WordPress)
  3. Tentukan nama dan konsep
  4. Buat tampilan sederhana
  5. Tulis minimal 5–10 artikel
  6. Konsisten update
  7. Pelajari SEO dan pengembangan

Pelan-pelan saja. Tidak perlu terburu-buru.

Kesimpulan: Mulai Saja Dulu

Kalau ada satu hal yang ingin saya tekankan dari semua ini, itu adalah:

Mulai saja dulu.

Jangan tunggu sempurna.

Jangan tunggu pintar.

Jangan tunggu punya modal besar.

Blog sederhana tapi konsisten jauh lebih berharga daripada blog keren yang cuma jadi draft.

Kalau hari ini kamu masih bingung, itu wajar. Semua blogger pernah ada di titik itu.

Yang membedakan cuma satu: ada yang berhenti, ada yang lanjut.

Semoga setelah baca ini, kamu jadi lebih berani ambil langkah pertama.

Karena bisa jadi, beberapa tahun lagi kamu akan tersenyum dan bilang:

“Untung dulu saya nekat mulai.”