mashendra.com

mashendra.com

Tempat berbagi tips seputar dunia blogging, update teknologi, dan ragam cerita pengalaman menarik bersama mashendra.com.

Mengatasi Halaman Tidak Diindeks Karena Pengalihan

5 min

Mengatasi Halaman Tidak Diindeks Karena Pengalihan

Pernah nggak sih, kamu sudah capek-capek nulis artikel, optimasi SEO, rapihin heading, tapi hasilnya… tetap tidak diindeks Google?

Saya pernah. Dan rasanya itu bikin mental drop.

Setiap publish artikel baru, saya langsung buka Google Search Console. Saya minta pengindeksan manual. Tunggu beberapa jam. Cek lagi.

Hasilnya?

Status: “Halaman tidak diindeks: Kesalahan pengalihan.

Rasanya seperti ditampar pelan-pelan.

Pengalaman Saya Mengalami Error Kesalahan Pengalihan

Ini kejadian di blog saya yang lain. Blognya sudah jalan, artikelnya ada, tapi setiap posting artikel baru… tidak pernah berhasil masuk index.

Di Google Search Console, tepatnya di menu:

Pages → Tidak Diindeks → Halaman dengan pengalihan

Statusnya selalu sama:

Halaman tidak diindeks karena pengalihan.

Saya submit manual? Gagal.

Saya tunggu beberapa hari? Tetap gagal.

Saya update artikel? Tidak berubah.

Lama-lama muncul pikiran negatif:

  • Jangan-jangan artikel saya jelek?
  • Jangan-jangan tulisannya kurang panjang?
  • Jangan-jangan SEO saya salah?

Saya mulai frustasi. Semangat ngeblog turun drastis.

Padahal waktu itu saya lagi rajin-rajinnya.

Yang bikin capek itu bukan gagal. Tapi gagal tanpa tahu penyebabnya.

Itu yang saya rasakan waktu itu.

Semua Cara Sudah Saya Coba Tapi Gagal

Karena panik, saya mulai cari solusi di berbagai blog. Dan seperti biasa, saran yang muncul itu macam-macam.

Saya coba satu per satu.

1. Perbaiki Artikel

Saya edit artikel.

Saya tambah panjangnya.

Saya tambahkan internal link.

Saya rapikan struktur heading.

Hasilnya?

Tetap tidak diindeks Google.

2. Ganti Template

Saya pikir mungkin template bermasalah.

Akhirnya saya ganti template.

Hasilnya?

Sama saja.

3. Ganti robots.txt

Ada yang bilang robots.txt harus diganti.

Saya ubah.

Saya cek ulang.

Saya submit lagi.

Tetap error redirect di Google Search Console.

4. Pakai ?m=1

Ini saran paling unik. Katanya buka versi mobile dengan ?m=1, lalu submit index dari situ.

Kadang berhasil.

Kadang tidak.

Kalau berhasil pun, tampilan HTML-nya berantakan.

Dan anehnya, tetap saja halaman itu kembali masuk status kesalahan pengalihan.

5. Ikuti Semua Tips Blog Orang

Ada yang bilang:

  • Blog masih baru
  • Domain masih baru
  • Tunggu saja
  • Aktifkan tag header robot kustom
  • Jangan aktifkan tag header robot kustom
  • Tambah ini, hapus itu

Semua saya coba.

Tidak ada perubahan.

Dan di titik ini saya sadar:

Masalahnya bukan di artikel.

Titik Balik – Saya Membuat Blog Baru Dari Nol

Karena sudah terlalu frustrasi, saya ambil keputusan nekat.

Saya bikin blog baru.

Dari nol.

Template buatan saya sendiri.

Meta SEO saya racik sendiri.

Setting robots.txt saya atur ulang.

Saya tidak lagi asal copas setting orang lain.

Saya mulai pelajari ulang tentang:

  • pengalihan 301 dan 302
  • canonical URL
  • redirect loop
  • masalah crawling Google
  • konflik robots.txt dan meta robots

Dan hasilnya?

Artikel baru langsung bisa diindeks.

Tidak ada lagi error redirect.

Tidak ada lagi status halaman tidak diindeks.

Di situ saya mulai curiga…

Masalah sebenarnya ada di struktur teknis blog.


BAGIAN SOLUSI TEKNIS

Sekarang saya share apa yang saya gunakan setelah evaluasi.

Silakan sesuaikan dengan kebutuhan blog masing-masing.

Setting Robots.txt yang Saya Gunakan

Ini adalah setting robots.txt yang saya gunakan setelah evaluasi.

Intinya sederhana. Tidak ribet. Tidak berlebihan.

Versi Umum

User-agent: *

Disallow: /search

Allow: /

Allow: /search/label/

Sitemap: https://namadomainkamu.com/sitemap.xml

Kenapa saya buat sederhana?

Karena terlalu banyak aturan bisa memicu konflik.

Dan konflik ini bisa menyebabkan Google salah membaca struktur pengalihan.

Setting Tag Header Robot Kustom yang Saya Gunakan

Ini juga penting.

Di Blogger ada fitur custom robots header tag.

Setting yang saya gunakan:

  • Tag halaman beranda: all dan noodp
  • Tag arsip dan halaman penelusuran: noindex dan noodp
  • Tag postingan dan halaman: all dan noodp

Kenapa arsip dan pencarian noindex?

Karena URL pencarian bisa memicu masalah crawling Google dan duplikasi.

Kalau arsip diindex, kadang bisa terjadi redirect loop atau URL tidak ditemukan saat diproses Google.

Meta SEO Template yang Saya Gunakan

Ini bagian paling krusial.

Salah satu yang saya curigai adalah meta SEO di template lama.

Ternyata ada:

  • canonical ganda
  • meta refresh
  • script redirect tersembunyi
  • canonical yang tidak sinkron

Akhirnya saya sederhanakan meta tag di dalam <head>.

Yang saya gunakan:

<meta content='width=device-width,initial-scale=1,maximum-scale=5' name='viewport'/>
  <link expr:href='data:blog.url.canonical' rel='canonical'/>

  <title><b:eval expr='data:view.isPost or data:view.isPage ? data:blog.pageName + " - " + data:blog.title : data:blog.pageTitle'/></title>

  <b:include data='blog' name='all-head-content'/>
  <meta content='IE=edge' http-equiv='X-UA-Compatible'/>
  <meta content='telephone=no' name='format-detection'/>
  <link expr:href='data:blog.blogspotFaviconUrl' rel='icon' type='image/x-icon'/>

  <b:if cond='data:view.description'>
    <meta expr:content='data:view.description.escaped' name='description'/>
  <b:else/>
    <meta expr:content='data:blog.metaDescription.escaped' name='description'/>
  </b:if>
 
  <b:if cond='data:view.isPost and data:post.featuredImage'>
  <link rel='preload' as='image' expr:href='data:post.featuredImage' fetchpriority='high'/>
  </b:if>

  <b:if cond='data:view.isErrorPage or data:view.isSearch or data:view.isArchive'>
    <meta content='noindex,nofollow' name='robots'/>
  <b:else/>
    <meta content='index,follow,max-image-preview:large,max-snippet:-1,max-video-preview:-1' name='robots'/>
  </b:if>

  <meta content='id' name='Indonesia'/>
  <meta content='Indonesia' name='geo.country'/>
  <meta content='id-ID' property='og:locale'/>
  <meta expr:content='data:blog.pageName ?: data:blog.title' property='og:title'/>
  <meta expr:content='data:view.description ?: data:blog.metaDescription' property='og:description'/>
  <meta expr:content='data:blog.url.canonical' property='og:url'/>
  <meta expr:content='data:blog.title' property='og:site_name'/>
  
  <b:if cond='data:view.isPost'>
    <meta content='article' property='og:type'/>
    <b:if cond='data:view.featuredImage'>
      <meta expr:content='data:view.featuredImage' property='og:image'/>
    </b:if>
  <b:else/>
    <meta content='website' property='og:type'/>
    <b:if cond='data:blog.postImageThumbnailUrl'>
      <meta expr:content='data:blog.postImageThumbnailUrl' property='og:image'/>
    </b:if>
  </b:if>

  <meta content='summary_large_image' name='twitter:card'/>
  <meta expr:content='data:blog.pageName ?: data:blog.title' name='twitter:title'/>
  <b:if cond='data:view.featuredImage'>
     <meta expr:content='data:view.featuredImage' name='twitter:image'/>
  </b:if>
  <meta content='#607D8B' name='theme-color'/>

  <b:if cond='data:view.isPost'>
    <script type='application/ld+json'>{"@context":"https://schema.org","@type":"BlogPosting","mainEntityOfPage":{"@type":"WebPage","@id":"<data:blog.url.canonical/>"},"headline":"<data:blog.pageName.escaped/>","description":"<data:view.description.escaped/>","image":"<data:view.featuredImage/>","publisher":{"@type":"Organization","name":"<data:blog.title.escaped/>","logo":{"@type":"ImageObject","url":"<b:eval expr='data:blog.logoUrl ?: data:blog.blogspotFaviconUrl'/>"}}}</script>
  </b:if>

  <b:if cond='data:view.isHomepage'>
    <script type='application/ld+json'>{"@context":"https://schema.org","@type":"WebSite","name":"<data:blog.title.escaped/>","url":"<data:blog.homepageUrl.canonical/>","potentialAction":{"@type":"SearchAction","target":"<data:blog.homepageUrl.canonical/>search?q={search_term_string}","query-input":"required name=search_term_string"}}</script>
  </b:if>

Sederhana. Bersih. Tidak ribet.

Karena kadang kesalahan pengalihan bukan karena pengalihan 301 dan 302 saja, tapi karena canonical yang mengarah ke URL lain.

Dan Google menganggap itu sebagai error redirect di Google Search Console.

Tiga Hal yang Saya Curigai Jadi Penyebab Masalah

Setelah semua evaluasi, saya simpulkan ada tiga kemungkinan besar penyebab halaman tidak terindeks.

1. Meta SEO Template Bermasalah

  • Canonical salah
  • Redirect tersembunyi
  • Meta refresh otomatis
  • Link canonical tidak sesuai domain utama

Ini bisa bikin Google bingung dan menganggap halaman sebagai pengalihan.

2. Robots.txt dan Header Robot Konflik

  • Tidak sinkron
  • Terlalu banyak aturan
  • Noindex tidak sengaja aktif

Kalau robots.txt mengizinkan tapi header meta melarang, Google bisa menganggapnya sebagai Google Search Console error.

3. Artikel Terlalu Pendek dan Kurang SEO

Walaupun bukan penyebab utama, tapi tetap berpengaruh.

  • Konten tipis
  • Tidak ada struktur heading
  • Tidak ada internal link
  • Tidak menjawab search intent

Ini bisa memperparah penyebab halaman tidak terindeks.

Pelajaran Penting Dari Masalah Ini

Dari pengalaman ini, saya belajar beberapa hal penting.

  1. Jangan langsung menyalahkan artikel.
  2. Jangan asal ikut setting orang lain.
  3. Cek struktur teknis blog.
  4. Lebih baik sederhana tapi rapi.
  5. Pahami cara memperbaiki redirect dengan benar.

Sekarang kalau ada error redirect di Google Search Console, saya tidak panik.

Saya cek:

  • Apakah ada pengalihan 301 dan 302?
  • Apakah canonical benar?
  • Apakah ada redirect loop?
  • Apakah URL tidak ditemukan?
  • Apakah robots.txt dan header robot sinkron?

Kalau kamu lagi mengalami halaman tidak diindeks karena pengalihan, jangan langsung menyerah.

Masalah ini bisa diselesaikan.

Kadang bukan karena Google benci blog kita.

Kadang cuma karena kita belum menemukan akar teknisnya.

Kalau kamu mau belajar lebih dalam, kamu juga bisa baca artikel saya tentang:

Karena teknis dan konten itu harus jalan bareng.

Penutup

Mengalami tidak diindeks Google itu memang bikin mental drop. Saya juga pernah di titik hampir menyerah.

Tapi justru dari situ saya belajar paling banyak.

Kalau kamu sedang ada di fase itu, tenang. Kamu tidak sendirian.

Coba cek lagi struktur blog kamu. Sederhanakan. Rapikan. Evaluasi.

Dan kalau artikel ini membantu, simpan atau bagikan ke teman blogger lain yang mungkin lagi pusing karena kesalahan pengalihan.

Semangat terus ngeblognya. Kadang yang bikin kita naik level itu justru masalah yang paling bikin stres.